Kamis, 29 Maret 2012
ESSAY !
TELEVISI UNTUK PENDIDIKAN
Pada era reformasi
sekarang ini perkembangan teknologi komunikasi sangat pesat. Seiring dengan perkembangan
jaman, media elektronik salah satunya televisi, merupakan bentuk dari
perkembangan teknologi komunikasi. Pengaruh dari media ini sangat besar kepada
kita, seperti pengaruh dalam penyebaran kebudayaan, perubahan sosial, realita
kehidupan, dan sebagainya. Media telivisi merupakan media massa yang dinilai
paling efektif saat ini, dan banyak menarik simpati kalangan masyarakat luas,
karena perkembangan teknologinya begitu cepat dan penayangannya mempunyai
jangkauan yang relatif tidak terbatas.
Masyarakat Indonesia
tidak dapat terlepas dari perkembangan masyarakat global, yang selalu
memperoleh informasi dari berbagai media apapun. Informasi menentukan tingkat
perkembangan masyarakat atau seseorang. Perkembangan ke arah masyarakat
informasi dituntut untuk mempunyai inovasi, kreasi, produksi, dan distribusi
yang lebih banyak dan bermutu. Masyarakat memerlukan jangkauan informasi yang
luas untuk berlangsungnya berbagai cara penyampaian informasi tersebut. Cara
penyampaian sebuah informasi harus diimbangi dengan perkembangan perangkat
keras teknologi komunikasi, seperti satelit komunikasi, sehingga memungkinkan
pendeknya jarak waktu komunikasi dan makin derasnya arus sebuah informasi untuk
cepat diterima masyarakat luas.
Perkembangan
teknologi yang semakin maju dalam dunia pendidikan mengakibatkan berbagai
perubahan menuju ke arah perkembangan sebagai upaya untuk menyesuaikan diri
dengan perkembangan dan kemajuan teknologi tersebut. Dengan demikian, antara
keduanya terjadi saling mengisi. Upaya pembaruan dalam pendidikan lebih
ditekankan ke arah proses belajar mengajar. Pada jaman dahulu upaya proses
belajar mengajar melalui bentuk kata-kata, sehingga menjurus ke verbalisme
kemudian orang-orang pada waktu itu mulai berpikir ke arah diperlukannya alat
bantu pelajaran yang bersifat audio visual, seperti gambar-gambar, slide,
model, pita kaset, film bersuara, radio dan televisi. Penggunaan alat audio
visual tersebut, ditujukan untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi proses
belajar mengajar, sehingga diharapkan anak-anak mampu mengembangkan daya nalar
serta daya reka anak. Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa proses
belajar dan mengajar dengan menggunakan sarana audio visual mampu meningkatkan
efesiensi pengajaran 20%-50%. (Darwanto, 2007: 101)
Sebenarnya jika kita
menengok kehidupan sehari-hari, penggunaan sarana audio visual sudah kita kenal
sejak lama. Hanya saja kita kurang menyadarinya bahkan kita tidak mengerti di
balik perbuatan kita itu. Sebagai contoh, seorang anak diajak ke pasar ibunya,
membantu membersihkan tempat tidur, membantu memasak di dapur, semua itu
merupakan bimbingan secara langsung dengan sarana audio visual. Dengan sering
melihat secara langsung kegiatan yang dilakukan orang tua, maka anak lebih
mudah untuk menerima dan menambah pengalaman. Sebaliknya apabila pelajaran yang
didapat hanya dalam bentuk kata-kata, maka akan sulit untuk dibayangkan,
apalagi kalau tidak ada pengalaman yang dimiliki sebelumnya.
Media televisi
merupakan media yang tergolong audio visual atau dapat dipandang dan didengar,
beragam informasi dan ilmu pengetahuan ditayangkan semenarik mungkin dan
dikombinasikan dalam bentuk gambar dan suara. Media televisi sama halnya dengan
radio dan surat kabar sehingga dapat digolongkan sebagai mass media. Informasi yang ditayangkan melalui
televisi dapat diterima oleh penonton secara meluas, tetapi berbeda dengan
surat kabar dan media massa lain yang hanya pada wilayah tertentu saja yang
bisa menerima informasi tersebut.
Pada awalnya
televisi siaran program pendidikan kurang bermanfaat dalam dunia pendidikan,
mengingat karena biaya operasionalnya cukup mahal, tetapi kemudian muncul
pendapat-pendapat yang berlawanan, yang menyatakan bahwa televisi sebagai media
massa sangat bermanfaat dalam memajukan pendidikan suatu bangsa. Kemudian dalam
perkembangannya membuktikan bahwa dengan sifat audio visual yang dimilki
televisi, menjadikan televisi sangat pragmatis, sehingga mudah mempengaruhi
penonton dalam hal sikap, tingkah laku dan pola berpikir.
Televisi
mempunyai tiga fungsi, yaitu memberikan informasi, memasyarakatkan dan
menggerakkan. Yang dimaksud memberikan informasi adalah televisi tersebut mampu
menyalurkan info atau pesan yang diperlukan dalam rangka meningkatkan
pengetahuan. Penelitian bidang pendidikan menunjukkan bahwa televisi memberikan
kontribusi yang positif dalam perkembangan kognitif atau pengetahuan kepada
penerimanya. Sedangkan fungsi memasyarakatkan artinya penyampaian suatu sistem
kebudayaan serta penanaman nilai dan norma yang memungkinkan seseorang
berpartisipasi aktif dalam berbagai kelompok sosial. (Yusufhadi Miarso, 2007:
411)
Benny A. Pribadi
dan Bambang Sutjiatmo dalam Tian Belawati, dkk. (1999: 216) menyatakan, “Dalam
sebuah aktivitas pendidikan ada tiga aspek yang harus dicapai, yaitu aspek
kognitif (pengetahuan), aspek afektif (perasaan dan penghayatan), dan aspek
psikomotorik (gerakan).” Tentunya media televisi dapat digunakan dengan baik
untuk dapat menyampaikan pesan dan informasi yang berada dalam tiga aspek
tersebut. Dalam program tertentu media televisi itu mampu menyampaikan pesan
dan informasi secara efektif. Contohnya seperti penayangan seni atau drama
melalui program televisi dapat menggugah penghayatan penonton terhadap suatu
bentuk seni dan kebudayaan, maka media televisi mampu menayangkan pesan-pesan
pendidikan yang bersifat universal, dan sangat efektif untuk menayangkan
pengetahuan tentang suatu gerakan motorik, seperti pada mata pelajaran olahraga
dan keterampilan maka kita dengan mudah dapat mempelajari berbagai gerakan-gerakan
yang harus dikuasai melalui media televisi.
Yang
melatarbelakangi televisi ikut berperan dalam dunia pendidikan adalah angka
statistic menunjukkan perkembangan penduduk dunia yang sangat pesat. Kemudian
berdampak pada perkembangan anak, khususnya anak-anak yang berada dalam bangku
sekolah. Jumlah anak yang sekolah tidak seimbang dengan jumlah guru yang
mengajar, dan terdapat masalah lain. Sehingga televisi sebagai media massa,
mempunyai manfaat untuk membantu memecahkan masalah-masalah, seperti halnya
kekurangan tenaga pengajar dan ruang belajar dapat teratasi, karena seorang
guru dapat menghadapi jumlah murid yang tidak terbatas jumlahnya. Kemudian
kekurangan buku pelajaran dapat teratasi, karena stasiun penyiaran meneyediakan
teks atau brosur bagi paket-paket pendidikan yang akan disiarkan. Hal ini
terbukti bahwa telivisi mampu meningkatkan kemampuan belajar, bukan saja untuk
anak-anak melainkan juga untuk semua tingkatan usia. Akan tetapi, televisi
hanya sebuah alat bantu dalam proses belajar mengajar, tergantung bagaimana
kita memanfaatkan dan menyikapinya. (Darwanto, 2007: 127)
Televisi
pendidikan harus bisa bersifat kreatif dalam merancang dan memproduksi sebuah
program, karena masyarakat luas menilai televisi sebagai media hiburan, maka
bagaimana seorang produser menciptakan sebuah program semenarik mungkin agar
televisi berperan sebagai media mendidik sekaligus dapat menghibur masyarakat
luas. Masa sekarang ini banyak sekali siaran televisi baik sebagai hiburan
maupun pendidikan. Namun siaran televisi juga memiliki keterbatasan, sering kali
siaran televisi dimanfaatkan sebagai sarana untuk komunikasi satu arah.
Artinya, pemirsa atau penonton hanya bersikap pasif dan tidak dapat memperoleh
umpan balik dari informasi yang didapat dari apa yang telah mereka lihat. Jika
diterapkan untuk keperluan pendidikan komunikasi satu arah ini kurang efektif
bagi siswa, mereka akan sulit mempelajari informasi dan pengetahuan, jadi harus
ada media lain sebagai media interaktif antara siswa dengan guru, misalnya
dengan menggunakan saluran telepon. Dengan media interaktif tersebut siswa
dapat memperoleh informasi atau pengetahuan secara lebih rinci tentang apa yang
sudah disampaikan seorang penyaji. (Benny A. Pribadi dan Bambang Sutjiatmo
dalam Tian Belawati, dkk. 1999: 216).
Yusufhadi
Miarso (2007: 418) menyatakan, ”Sistem
televisi pendidikan acara hiburan maupun informasi harus mengandung misi
edukatif sesuai dengan konsep pendidikan, maka misi edukatif perlu dijabarkan lebih lanjut dengan pedoman
televisi sebagai program siaran harus sesuai dengan kebutuhan yang dituju, isi
siaran harus sesuai dengan nilai-nilai budaya yang diterima masyarakat
Indonesia, program siaran berkaitan dengan kegiatan yang ada di masyarakat, setiap
acara diusahakan untuk dikembangkan dalam bentuk paket yang berkesinambungan,
dan tiap program harus dibuat dengan arah tujuan tertentu.”
Seiring dengan perkembangan
teknologi komunikasi baik di Indonesia maupun internasional, kemudian banyak
kritik yang ditujukan kepada penyelenggara siaran program telivisi, mengenai
isi yang bertentangan dengan nilai moral dan budaya, sehingga memberikan dampak
yang negatif. Maka, pendidikan sebagai dasar dalam meningkatkan budaya dan
moral bangsa harus mampu mengatasi permasalahan tersebut.
Siaran
televisi di Indonesia dimulai pada saat TVRI milik pemerintah yang didirikan
yaitu pada tahun 1962. Penyiaran program melalui saluran televisi lebih diutamakan
pada berita, penyuluhan dan penyebaran informasi dan pemerintah, acara
berbentuk hiburan, serta peristiwa olahraga. Sementara itu, program pendidikan
sampai saat ini masih memperoleh kesempatan yang sangat kecil. Program-program
pendidikan yang ditayangkan TVRI pada umumnya berisi informasi tentang
keterampilan dan pengetahuan yang bersifat umum. Pada tahun 1980 dunia siaran
pertelevisian diramaikan dengan hadirnya sejumlah televisi-televisi swasta,
seperti RCTI, SCTV, Indosiar, ANTV, dan TPI yang sekarang berganti nama menjadi
MNC. Stasiun-stasiun tersebut saling berlomba-lomba menayangkan program
unggulan. Namun kebanyakan stasiun televisi swasta tersebut lebih banyak
menayangkan program yang bersifat hiburan, dan program pendidikan masih tetap
memperoleh kesempatan untuk siaran relatif kecil, dikarenakan stasiun swasta
tersebut saling berlomba-lomba mengejar pendapatan dari hasil penayangan iklan.
(Benny A. Pribadi dan Bambang Sutjiatmo dalam Tian Belawati, dkk. (1999: 219).
Sebuah
program hiburan yang menarik tentunya akan menjadi daya tarik bagi produsen
untuk menaruh iklan di stasiun televisi tersebut. Faktor ini merupakan salah
satu penyebab utama mengapa program televisi pendidikan hanya diberi kesempatan
siaran yang sangat kecil. Dapat dikatakan penayangan program televisi
pendidikan tidak mampu mendatangkan pendapatan bagi stasiun televisi swasta dan
televisi pendidikan tidak dapat bersaing dengan program yang bersifat hiburan (entertainment). Pemanfaatan media
televisi untuk pendidikan di Indonesia hingga saat ini masih sangat terbatas.
Hal ini disebabkan program pendidikan tidak mampu menarik dana masyarakat
terutama dari iklan, sehingga biaya siaran program pendidikan menjadi beban
bagi stasiun televisi swasta yang menyiarkan. Oleh karena itu, selain TVRI
tidak ada stasiun televisi swasta yang secara intensif maupun ekstensif
menyiarkan program pendidikan. (Benny A. Pribadi dan Bambang Sutjiatmo dalam
Tian Belawati, dkk. (1999: 220).
Selain
mempunyai banyak manfaat, televisi juga mempunyai dampak. Pada tahun 1982 National Institute of Mental Heath mengadakan
penelitian tentang dampak televisi yang telah dilakukan (Biagi (1988) sebagaimana
dikutip oleh Yusufhadi Miarso,2007: 446) menyimpulkan bahwa ada korelasi
langsung antar kekerasan dalam televisi dan perilaku agresif, meskipun tidak
dapat diduga siapa dan mengapa dipengaruhi, penonton setia televisi lebih
menunujukkan sifat penakut, kurang percaya diri dan lebih gelisah, tetapi bagi anak
yang menonton program yang prososial, maka dia akan berkelakuan baik.
Penyelenggaraan siaran televisi
pendidikan seharusnya ditujukan kepada seorang guru terlebih dahulu, karena
guru sangat berperan dalam usaha memperbaiki mutu pendidikan, mereka juga harus
mendapat perhatian untuk memperoleh bimbingan atau penataran tentang teknologi
komunikasi dalam meningkatkan kemampuan profesional, mengenal karakter
teknologi komunikasi khususnya televisi. Karena guru mendapat kepercayaan untuk
melalakukan pembaruan pendidikan, mereka harus mengatasi permasalahan siswa
sesuai perannya sebagai seorang guru. Agar guru bisa merasa aman bahwa kedudukannya
sebagai seorang guru tidak tergantikan atau tergeser dengan adanya media
telivisi program pendidikan ini, sehingga harus mendapat dukungan dan sarana
untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Organisasi seperti PGRI juga
harus bertanggungjawab dalam mengatasi masalah ini. Misalnya dengan membuat
konsep perencanaan peraturan untuk membatasi dampak negatif televisi dan meningkatkan
dampak positifnya dan juga dengan bekerja sama dengan pihak-pihak lain.
Keterkaitan
dengan sumber daya manusia, di Indonesia belum banyak dilakukan penelitian dan
pengkajian berkaitan dengan televisi. Sebaiknya di Indonesia ada sebuah lembaga
penelitian yang melakukan penelitian dan pengkajian tentang daya tarik siaran
yang hasilnya dipakai sebagai pegangan oleh semua stasiun televisi dan semua
pihak yang berkepentingan mensponsori dan ikut membiayai program siaran. Karena,
media televisi merupakan media yang berpotensi sebagai media pendidikan maka
akan lebih bermanfaat jika media ini
mendapatkan perhatian dari berbagai pihak yang berkaitan, tidak hanya bagi
pemerintah dan para pendidik tetapi juga seluruh masyarakat luas, dan khususnya
pihak televisi swasta ikut berpartisipasi dalam memajukan mutu perkembangan
pendidikan melalui media televisi ini, karena banyak sekali manfaat yang
diperoleh dengan menggunakan televisi program pendidikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Miarso, Yusufhadi. (2007). Menyamai Benih Teknologi Pendidikan.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Darwanto. (2007). Televisi Sebagai Media Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pribadi, Benny A & Bambang Sutjiatmo. (1999). Pemanfaatan Siaran TV Pendidikan. dalam Tian Belawati, et al. Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh. Jakarta:
Universitas Terbuka.
Kamis, 05 Januari 2012
Minggu, 18 Desember 2011
tutorial power point 2007
MICROSOFT POWERPOINT 2007
Pendahuluan
Microsoft Power Point adalah suatu software yang akan membantu
dalam menyusun sebuah presentasi yang efektif, professional, dan juga mudah.
Microsoft Power Point akan membantu sebuah gagasan menjadi lebih menarik dan
jelas tujuannya jika dipresentasikan karena Microsoft Power Point akan membantu
dalam pembuatan slide, outline presentasi, presentasi elektronika, menampilkan
slide yang dinamis, termasuk clip art yang menarik, yang semuanya itu mudah
ditampilkan di layar monitor komputer.
Pengenalan Layar Kerja Power Point

Keterangan Gambar :
Menu Bar : Daftar menu yang masing-masing
terdiri dari beberapa perintah
Standart Toolbar : Tools untuk menangani
file, menyisipkan objek baik gambar atau grafik
Formatting Toolbar : Tools yang terdiri dari
item yang berhubungan dengan pengaturan huruf atau tulisan
Slide Sorter View : Menampilkan keseluruhan
slide di layar kerja dalam bentuk ukuran kecil
Slide Show : Menampilkan tayangan sebuah
slide
Drawing Toolbar : Tolls yang terdiri dari
item yang berhubungan dengan pembuatan ataupun pengaturan gambar
Manipulasi Teks dan Gambar
Drawing Bar
1. Draw : Mempermudah penempatan dan pengorganisasian objek,
misalnya dalam melakukan grouping, ordering, rotate, text wrapping, dll
2. Select Object : Melakukan pilihan terhadap obyek tertentu
3. AutoShapes : Menyediakan berbagai macam pilihan bentuk yang
dapat mendukung penyajian presentasi seperti callouts, basic shape, lines,stars
and banners, dll
4. Line : Menggambar garis
5. Arrow : Menggambar tanda panah
6. Rectangle : Menggambar bentuk persegi
7. Oval : Menggambar bentuk oval atau lingkaran
8. Text Box : Membuat serangkaian text
9. Word Art : Membuat efek-efek text yang menarik baik dalam
bentuk 2D maupun 3D
10. Insert Clip Art : Menambahkan gambar ke dalam materi
presentasi yang sedang dipersiapkan,
baik berasal dari default Powerpoint maupun dari file yang kita punyai
11. Fill Color : Memberikan pewarnaan terhadap suatu objek
tertentu
12. Line Color : Memberikan pewarnaan terhadap garis tepi dari
suatu objek
13. Font Color : Memberikan pewarnaan terhadap text yang diseleksi
14. Line Style : Memberikan pilihan ketebalan (dalam ukuran point)
terhadap model garis yang dipakai
15. Dash Style : Memberikan pilihan terhadap mode garis yang
dipakai
16. Arrow Style : Memberikan pilihan terhadap mode arrow yang
dipakai
17. Shadow : Memberikan efek bayangan pada objek yang diseleksi
(tidak untuk text)
18. 3-D : Memberikan efek 3 dimensi pada objek yang diseleksi
(tidak untuk text)
Membuat Slide Presentasi
New Blank Presentation
Pada layar akan nampak slide berikut :

Langkah – langkah yang dapat dilakukan dalam membuat slide :
1. Membuat text
Membuat judul
• Klik pada tulisan “Click to add
title” lalu ketikkan judul presentasi
Membuat textbox pada click to add text
• Klik icon
• Klik pada bagian dari slide yang
ingin ditambahkan tulisan
Menggunakan Bullet and Numbering
• Klik area textbox yang ingin
menggunakan Bullet and Numbering lalu klik Format Bullets and Numbering pilih yang akan digunakan
• Bila telah selesai maka klik di
luar area textbox
Membuat WordArt
• Klik Insert PictureWordArt atau
cari icon Insert WordArt pada Drawing Toolbar
• Pilih 1 model kemudian klik OK
• Muncul kotak dialog seperti di
bawah ini, lalu ketikkan tulisan yang diinginkan lalu klik OK

2. Menampilkan gambar
Klik Insert Picture lalu pilih Clip Art bila
gambar yang ingin digunakan adalah gambar yang disediakan oleh Microsoft Office
atau pilih From File bila ingin menggunakan gambar koleksi pribadi (untuk
memilih akan muncul kotak dialog open kemudian cari lokasi filenya sampai
ditemukan filenya)
Atur sesuai keinginan lalu klik di bagian
lain slide yang tidak ada gambar tersebut
3. Memberikan Background
Klik kanan pada bagian slide yang kosong
Pilih Background
Muncul kotak dialog berikut

·
Pilih More Colors dengan menklik drop down
untuk mengatur warna yang diinginkan
• Pilih Fill Effect dengan menklik drop down untuk mengatur
efek yang diinginkan dengan memilih pola gradient/texture/pattern yang
diinginkan
Pilih Apply untuk memberi
background pada 1 lembar slide yang sedangdipilih itu saja atau Apply to All
untuk memberi background pada seluruh slide
4.
Menambah Slide Presentasi
Klik icon pada formatting
toolbar
Pilih salah satu tipe slide
yang diinginkan
5.
Menghapus Slide Presentasi
Pilih Slide yang akan
dihapus dengan cara mengklik slide tersebut pada Outline Slide
Tekan Delete pada Keyboard
6.
Memberi Animasi
Klik kanan text atau
objeknya
Klik Custom Animation
Pilih effects untuk
memberikan animasi pada text atau objek yang diinginkan dengan memilih pada
icon
Setelah memilih efek yang
diinginkan maka akan nampak sbb:

Atur Start berdasarkan pada
saat apa animasi ini dilakukan
Atur Direction berdasarkan
arah yang diinginkan
Atur Speed berdasarkan
seberapa cepat animasi tersebut dilakukan
Sesuaikan urutan tampilan
animasi sesuai keinginan dengan mengatur order
Tekan play untuk melihat
tampilan preview hasil pengaturan yang dilakukan
7.
Menambahkan Slide Transition
Klik bagian slide di luar
textbox lalu klik kanan pilih Slide Transition atau klik Slide Show pada Menu
Bar lalu pilih Slide Transition
Lalu pilih jenis yang diinginkan
pada tiap slide
Sesuaikan komponen lainnya
seperti pada pemberian animasi
8.
Membuat tabel
Klik Insert pada Menu Bar
lalu pilih table
Isikan jumlah baris dan
kolom tabel yang akan dibuat pada kotak dialog yang muncul:

Untuk
melakukan pengesetan lebih lanjut terhadap tabel yang ada dapat dilakukan
dengan men-“double click” tabel tersebut atau mengklik kanan pada bagian garis
tabel tersebut dan memilik “Borders and Fill”

9. Membuat diagram
Klik Insert pada Menu Bar lalu pilih chart
Secara otomatis akan nampak tampilan sebagai
berikut :

Perubahan terhadap nama, jumlah, maupun
data-data lain hanya dengan mengganti isi dari tabel pada Datasheet tersebut
dan secara otomatis diagramnya akan ikut berubah mengikuti data pada tabel
Datasheet
Bila sudah selesai klik di luar area
Datasheet maka akan diperoleh grafik yang diinginkan (untuk mengeditnya kembali
dapat dilakukan dengan me-“double click” diagram tersebut)
Untuk melakukan pengaturan lainnya dapat
dilakukan dengan meng-klik kanan bagian-bagian diagram sehingga tampilannya
akan dapat disesuaikan sesuai keinginan

• 3D View (untuk mengatur posisi
chart secara keseluruhan)

• Chart Type (untuk mengatur jenis
diagram yang diinginkan)

• Chart Option (untuk pemberian
nama sumbu, legenda, label)

• Format Data Series (untuk
mengatur tampilan misalnya warna grafik)
10. Menambahkan file video
Klik Insert pada Menu Bar lalu klik Movies
and Sounds lalu pilih yang diinginkan
Setelah memilih file maka akan keluar kotak
dialog apakah ingin movie langsung dijalankan atau harus di klik terlebih
dahulu maka pilihlah sesuai kebutuhan
11. Membuat Hyperlink
Klik kanan bagian yang ingin di Hyperlink
lalu pilih Hyperlink
Isikan alamat tujuan yang ingin dituju
12. Menampilkan Slide (Slide Show)
Klik icon Slide Show
Hasil slide-slide yang telah dibuat akan
ditampilkan sesuai dengan apa yang telah diatur
Untuk keluar dari Slide Show tekan End Show
New From Design Template

Keunggulan yang ditawarkan Design Template ini adalah kemudahan
pemilihan background mengingat di sini disediakan berbagai pilihan template
background yang dapat dipergunakan untuk menghiasi slide. Tampilan yang ada
bila memilih New From Design Template:

Pada sebelah kanan nampak pilihan templates background yang telah
disediakan oleh Microsoft Power Point yang dapat langsung dipergunakan sebagai
background presentasi. Biasanya background yang tersedia disediakan untuk 2
bagian yakni slide judul dan juga slide isi.Pilih salah satu template yang
diinginkan dengan mengklik-nya. Setelah itu kita juga dapat mengganti
warna-warna yang ditawarkan dengan menggantinya pada Color Schemes dan juga
mengganti animasi yang ada dengan mengganti pada Animation Schemes. Sedangkan
cara mengisi slide-nya sama dengan cara mengisi slide kosong.
New From Auto Content Wizard
Penggunaan Auto Content Wizard adalah untuk lebih mempermudah
pembuatan slide dimana telah disediakan kerangka-kerangka yang sering digunakan
oleh pembuat slide presentasi. Keunggulan teknik ini adalah pada segi kecepatan
pembuatan walaupun jenis yang disediakan masih terbatas. Kotak Dialog berikut
akan muncul disini dapat diamati bahwa proses wizard ini akan melalui 3 tahapan
yakni Presentation Type, Presentation Style, dan juga Presentation Option.

Klik Next maka akan diperoleh kotak dialog sbb:

Pilih salah satu tipe presentasi yang diinginkan lalu klik Next
dan kotak dialognya berubah menjadi sbb :

On Screen Presentation
Jenis presentasi yang ditampilkan pada layar monitor dengan segala
efek animasinya.
Web Presentation
Jenis presentasi berupa halaman web dan nantinya bisa diakses ke
web server tujuannya untuk memenuhi kebutuhan pemakai internet yang ingin melihatnya.
Black and White Overheads
Jenis presentasi yang outputnya akan dicetak pada transparansi
hitam putih.
Color Overheads
Jenis presentasi yang outputnya akan dicetak pada transparansi
yang berwarna.
35mm slides
Jenis presentasi yang outputnya akan dicetak pada lembar slides
35mm. Misal pilih On Screen Presentation, kemudian klik Next.

Isikan Judul dan juga Footer yang ingin ditampilkan setelah itu
tekan Next

Proses wizard telah selesai sehingga tekan tombol Finish.
Hasil:

Diperoleh slide yang telah jadi. Dimana telah terdapat effect dan
juga slide translation. Selain itu juga dapat diperoleh point-point yang
biasanya digunakan dalam membuat presentasi sesuai dengan topik yang telah kita
pilih. Kita tinggal menyesuaikan isinya dengan yang akan dipresentasikan saja.
Import Outline dari Document
Word
Dalam melakukan import terhadap Outline maka syarat yang harus
terpenuhi adalah kesiapan file Outline itu sendiri maksudnya file yang akan
dimasukkan telah dibuat dengan menggunakan microsoft word dan file tersebut
tidak dalam keadaan sedang diakses.
Caranya :
1. Buat file word yang ingin dimasukkan
Contoh :

2. Posisikan kursor pada slide
sebelum slide yang akan disisipkan. Misalnya untuk menyisipkan slide pada
lembar ke-2 maka yang di klik adalah slide pada lembar pertama.

3. Klik menu Insert pilih Slide From Outline
4. Muncul dialog Insert Outline lalu cari file yang ingin
disisipkan lalu klik insert
5. Outline akan tersisip akan tetapi masih memerlukan beberapa
penyesuaian mengingat tiap bagian file yang menggunakan enter dianggap sebagai
slide baru. Penyesuaian akan dilakukan dengan bantuan promote, demote, move up
dan juga move down.

promote, demote, move up dan move down

Promote digunakan untuk menaikkan level
(bergeser ke kiri)
Demote digunakan untuk menurunkan level
(bergeser ke kanan seperti tab)
Move Up digunakan untuk menggeser slide
selembar ke atas
Move Down digunakan untuk menggeser slide
selembar ke bawah
Dengan prinsip di atas maka slide yang sebelumnya telah dibuat
dapat disesuaikan sehingga diperoleh tampilan sebagai berikut :

DAFTAR PUSTAKA
·
Sistem Informasi UKDW - Tutorial Microsoft PowerPoint 2007
Langganan:
Postingan (Atom)
